Di COMBBITY GARDEN, setiap habitat adalah bagian penting dari cerita keanekaragaman hayati Wakatobi. Untuk memastikan bahwa setiap ekosistem tercatat dengan rapi, mudah dikenali, dan dapat dikelola dengan baik, kami menerapkan sistem Nomenclature — sistem penamaan dan pengkodean lokasi berbasis habitat spesifik.

Sistem ini dirancang sederhana, efektif, dan konsisten, sehingga memudahkan pengunjung, komunitas, serta peneliti dalam memahami dan menelusuri berbagai zona ekologis di taman ini.

STRUKTUR KODE

<Kode Desa> – <Kode Habitat> – <Nomor Urut>

Penjelasan:

  • Kode Desa: Tiga huruf pertama dari nama desa terdekat.

  • Kode Habitat: Dua huruf singkatan jenis habitat.

  • Nomor Urut: Angka dua digit untuk membedakan habitat serupa di lokasi yang sama.

Jika habitat tidak terhubung dengan wilayah administratif desa (misalnya atol terpencil atau laguna di pulau tak berpenghuni), kami menggunakan format khusus:

COMBBI – <Kode Habitat> – <Kode Lokasi> – <Nomor Urut>

Daftar Kode Habitat:

AT  = Atoll
CR  = Coral Garden (Terumbu Karang)
KR  = Karst
LG  = Lagoon
SG  = Seagrass (Padang Lamun)
MG  = Mangrove Forest
LK  = Lake (Danau)
RV  = River (Sungai)
FR  = Terrestrial Forest (Hutan Darat)
IS  = Island Vegetation (Pulau Kecil)

Contoh Implementasi:

  • LAM-CR-01 → Coral Garden pertama di Desa Lamanggau.

  • PAT-SG-02 → Seagrass kedua di Desa Patuno.

  • WAH-LG-01 → Lagoon pertama di Desa Waha.

  • SOM-LK-01 → Danau pertama di Desa Sombano.

  • COMBBI-AT-KAP-01 → Atoll di sekitar Pulau Kapota (tidak terkait desa).

Manfaat Sistem Nomenclature:

Identifikasi Lokasi yang Jelas
Setiap habitat dapat dikenali secara unik tanpa tumpang tindih.

Mendukung Penelitian dan Edukasi
Sistem ini memudahkan pengumpulan data lapangan, monitoring perubahan ekologis, dan pengembangan materi edukasi berbasis habitat.

Mempermudah Navigasi dan Eksplorasi
Pengunjung dapat mengikuti jalur interpretasi atau edukasi dengan kode yang jelas dan terstruktur.

Skalabilitas Masa Depan
Sistem ini fleksibel untuk memperluas daftar habitat baru seiring bertambahnya area konservasi dan restorasi.

Catatan Teknis:

  • Semua habitat yang dikodekan dapat dipasangi plakat identitas di lapangan.

  • Setiap kode disertai dengan informasi GPS dan deskripsi singkat pada database pengelolaan taman.

  • Penyesuaian atau tambahan kode habitat baru akan dilakukan sesuai perkembangan pengelolaan kawasan.

Sistem Kode Spesies COMBBITY GARDEN

Format Kode Spesies:

<Inisial Spesies> – <Kode Habitat> – <Tahun> – <Inisial Penemu>

Penjelasan:

  • Inisial Spesies: 3 huruf pertama genus + 3 huruf pertama spesies.

  • (Kalau nama pendek, bisa ditambah huruf ke-4)

  • Kode Habitat: Kode lokasi habitat sesuai nomenclature (contoh: LAM-CR-01).

  • Tahun: Tahun saat ditemukan.

  • Inisial Penemu: 3 huruf pertama nama penemu (nama depan/belakang tergantung uniknya).

Contoh Format:

Misal:

  • Nama Spesies: Acropora formosa

  • Lokasi Temuan: LAM-CR-01 (Lamanggau Coral 1)

  • Tahun Temuan: 2025

  • Penemu: Ahmad Subekti

Maka kodenya:
ACR-FOR-LAM-CR-01-2025-ASM

Dengan sistem Nomenclature ini, COMBBITY GARDEN membangun fondasi yang kuat untuk konservasi, pendidikan, dan pengelolaan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan. Setiap kode bukan hanya sekadar tanda, melainkan jembatan untuk memahami dan menjaga keajaiban Wakatobi.