Community Based Biodiversity Garden - Cagar Biosfer Wakatobi
Welcome to COMBBITY GARDEN !
Community Based Biodiversity Garden - Cagar Biosfer Wakatobi
Selamat datang di COMBBITY GARDEN, sebuah taman keanekaragaman hayati yang tumbuh dari semangat masyarakat Wakatobi untuk merawat bumi. Di sini, Anda akan merasakan keajaiban alam yang hidup dalam setiap tetesan dan aliran air, helai daun, setiap kicauan burung, dan setiap langkah kecil menuju masa depan yang lebih hijau.
Menuju Wakatobi Pusat Eco-Maritim yang Sentosa 2025-2045
Apakah anda seorang pegiat lingkungan? Atau anda seorang pemerhati lingkungan?
Mari ambil bagian untuk menjadi pelaku dan saksi hidup dalam penyelamatan lingkungan!
Kontribusikan andil anda dalam Gerakan Membumikan Combbity Garden!
Istimewanya, ini dapat menjadi amal jariyah anda...
Combbity Garden merupakan akronim dari Community Based Biodiversity Garden yang bermakna sebagai area pemanfaatan sumber daya alam secara terukur oleh masyarakat. Kata "terukur" memiliki makna bahwa pemanfaatan sumber daya alam di Combbity Garden dilakukan dengan cara yang terencana, terkendali, dan dapat dievaluasi.
Artinya, dalam konteks Combbity Garden, masyarakat tidak sembarangan memanfaatkan sumber daya alam, tetapi mengikuti prinsip-prinsip pengelolaan yang jelas dan terstruktur. Pemanfaatan dilakukan berdasarkan data, perhitungan, dan pertimbangan yang memungkinkan keberlanjutan serta menjaga keseimbangan ekosistem.
Dengan kata lain, "terukur" menunjukkan bahwa setiap langkah dalam pengelolaan sumber daya alam dipantau, dianalisis, dan dievaluasi agar manfaatnya dapat dipastikan tanpa merusak lingkungan.
Combbity Garden sendiri bukanlah istilah yang baru, tetapi diadaptasi dari kosa kata lokal Wakatobi: 'Kombiti' yang bermakna 'pelihara', 'perlindungan', atau 'penjagaan'. Dengan demikian, Combbity Garden secara sederhana bermakna sebagai taman atau kebun pemeliharaan.
Combbity Garden mencakup kegiatan konservasi dan restorasi habitat, baik pada ekosistem darat (hutan) maupun perairan (atol, laguna, terumbu karang, lamun, mangrove, danau, sungai maupun karst), termasuk koleksi spesies berbasis habitat.